Telepon : 031 3091234 Email : dinsos@bangkalankab.go.id

Berita Detail

MENINDAK LANJUTI BERITA DI MEDIA SOSIAL, KADINSOS TURUN LAPANGAN

10 Oktober 2021

BANGKALAN, Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan tak pernah jemu untuk memberikan pelayanan prima (exelent service) untuk masyarakat miskin di kabupaten Bangkalan, demi mewujudkan visi misi Bupati Bangkalan, yaitu Bangkalan Sejahtera, Terbukti, hari ini Minggu (10/10/2021) yang merupakan hari libur, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) melakukan tinjauan lapangan, menindaklanjuti laporan di Media sosial (medsos) Terkait Lansia yg hidup sebatangkara menempati rumah tidak layak huni yang berlokasi didesa Togubang Kecamatan Geger.

 

Dalam peninjauan ini hadir Kadinsos (Wibagio Suharta, S.Sos. MM), Camat Geger, Kepala Desa beserta perangkat desa Togubang dan Pilar-Pilar Kesejahteraan Sosial (TKSK, PKH dan SLRT).

 

Menurut Kadinsos, bahwa peninjauan lapangan ini  berawal dari berita di medsos yang menampilkan sosok warga tidak mampu bernama Martuma yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RUTILAHU) dan hampir roboh.

 

Sebelum terjun langsung, terlebih dahulu Kadinsos menginstruksikan kepada para Pendamping Sosial ( TKSK, PKH dan SLRT) untuk cek kebenaran berita di Medsos tersebut. Kemudian Wibagio menyempatkan berkunjung ke lokasi di sela-sela hari liburnya sekaligus melakukan penyerahan bantuan sembako dari bapak Bupati Bangkalan.

 

"Tolong ibu Martuma ini segera diusulkan dalam SIKS N G desa ya!" Tegas Wibagio pada operator Desa Togubang. 

 

Dinsos akan segera berkoordinasi dengan Dispenduk Capil guna pembuatan dokumen dan identitas diri untuk ibu Martumah. 

 

"Beliau Ibu Martumah, hanya memiliki KK, akan tetapi belum memiliki identitas diri (eKTP), yang menjadi salah satu kendala untuk dapat masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga belum pernah tersentuh bantuan sosial dari Kemensos RI, namun dia telah mendapat bantuan BLT DD dari desa" ujar Kadinsos.

 

Disamping itu Dinsos akan melakukan Koordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman guna pengajuan Rutilahu, baik melalui APBD Kabupaten,  APBD Propinsi dan atau APBN Kemensos RI.

 

"Sebenarnya Martumah ini sudah beberapa kali ditawari untuk tinggal bersama keluarga dekatnya, tapi beliau bersikukuh untuk tetap menempati rumahnya sampai akhir hayatnya" ujar Kadinsos di akhir pembicaraan.

 

(har/isw)